Informasi lengkap dari Dayah Ulumul Qur'an Yayasan Quba' Bebesen
Merah Putih Bergelora di Dayah Quba Bebesen, Semarak Kemerdekaan Santri Dayah Ulumul Quran.
19 August 2025
Bebesen, 18 Agustus 2025, Dayah Ulumul Qur’an Yayasan Quba Bebesen, Kabupaten Aceh Tengah, menggelar perayaan HUT Republik Indonesia ke-80 dengan penuh semarak, kreativitas, dan kebersamaan. Acara yang berlangsung sejak pagi hingga malam melibatkan seluruh santri baik santriwan dan santriwati dalam rangkaian lomba yang dirancang untuk memperkuat nilai-nilai nasionalisme, sportivitas, dan kerja sama antar-peserta.
Rangkaian perlombaan resmi digelar di Aula Komplek Putri dan dibuka langsung oleh Pimpinan Dayah, Tgk. Ranta, S.Pd.I. Pembukaan yang hangat sekaligus menandai dimulainya rangkaian kegiatan yang beragam, dimulai dari penampilan cabang lomba puisi sebagai pembuka, lalu berlanjut ke lapangan untuk serangkaian permainan dan kompetisi sepanjang hari.
“Peringatan kemerdekaan bukan sekadar seremoni. Ini kesempatan bagi santri untuk mengekspresikan kecintaan pada tanah air lewat kreativitas, kebersamaan, dan kompetisi sehat. Semoga kegiatan ini memperkuat karakter kebangsaan sekaligus menumbuhkan rasa saling menghormati di antara santri,” ujar Tgk. Ranta dalam sambutan pembukaan.
Panitia menyiapkan beragam cabang lomba yang menyasar aspek kecakapan, kreativitas, dan kebersamaan. Beberapa perlombaan yang memeriahkan hari tersebut antara lain: lomba puisi (sebagai pembuka acara), lomba ranking, lomba yel-yel, balap kelereng, balap karung, balap pakai helm, lomba estafet sarung, lomba estafet air, tiup aqua gelas, lomba tebak benda bahasa, lomba mancing botol, serta berbagai lomba kreatif lainnya. Aktivitas dimulai sejak pagi di aula, kemudian berpindah ke lapangan sehingga suasana semakin hidup dan penuh energi.
Setiap cabang lomba dirancang dengan aturan jelas dan pengawasan panitia yang ketat, sehingga pelaksanaan berlangsung tertib, aman, dan penuh keceriaan. Suasana dukungan antar peserta sangat terasa; sorak-sorai dan tawa menyemarakkan seluruh arena lomba, menampilkan sisi riang suasana pondok yang tetap memegang nilai-nilai religius.
Kegiatan lomba bukan sekadar hiburan, panitia menggarisbawahi tujuan mendidik. Melalui kompetisi, santri diajak melatih sportivitas, kemampuan berkolaborasi, keberanian tampil di depan publik, serta kreativitas verbal dan nonverbal. Lomba puisi, misalnya, menjadi momen bagi santri untuk menyampaikan kecintaan pada tanah air dan refleksi religi dalam bahasa yang puitis. Sementara estafet dan permainan tradisional menguji koordinasi, strategi, dan semangat tim.
“Kami berharap setiap santri mendapatkan pengalaman berharga: belajar menang dengan rendah hati, kalah dengan lapang dada, dan bekerja sama untuk satu tujuan bersama,” kata salah seorang panitia pelaksana acara.
Puncak perayaan berlangsung malam hari setelah salat Isya’, berupa seremoni pembagian hadiah bagi para pemenang setiap cabang lomba. Momen ini menjadi klimaks emosional yang menggabungkan rasa bangga, haru, dan kebersamaan. Penyerahan hadiah dilakukan dengan tata acara sederhana namun khidmat, dihadiri pimpinan dayah, dewan pengajar, panitia, serta seluruh santri dan tamu undangan.
Suasana penutupan dipenuhi ucapan selamat, pelukan persaudaraan, dokumentasi foto, dan doa bersama sebagai tanda syukur atas kelancaran acara. Para pemenang mendapat penghargaan simbolis serta hadiah yang disiapkan panitia, namun kebahagiaan bersama tetap menjadi inti dari perayaan tersebut.
Panitia berharap perayaan semacam ini menjadi tradisi tahunan yang tidak hanya memperingati momen kemerdekaan, tetapi juga membangun budaya positif di lingkungan dayah: kreativitas yang produktif, kebiasaan berkompetisi sehat, dan penguatan nilai kebangsaan. Dayah Ulumul Qur’an Yayasan Quba Bebesen berkomitmen untuk terus menyelenggarakan kegiatan yang mengasah keterampilan santri sekaligus menjaga keseimbangan antara pendidikan agama dan pengembangan karakter.
#Azwar Sani, M.Ag